Sabtu, 22 Februari 2014

Karakter Islami Pada Tokoh Dalam Novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman El Shirazy Skripsi Wigi Sutrisno


BAB I
PEND
AHULUAN


1. Latar Belakang
Manusia selalu menjadi pembicaraan di dalam karya sastra. Hal itu dapat ditemukan pada sejumlah karya sastra yang beredar di masyarakat. Banyak karya sastra yang bercerita tentang kehidupan manusia. Salah satu bentuk karya sastra yang bercerita tentang kehidupan manusia adalah novel. Novel menceritakan pengalaman manusia yang paling menarik dengan bermacam-macam latar, karakter dan masalah yang dihadapi manusia dalam kehidupan. Peristiwa yang terjadi di dalam novel merupakan cerminan dari kehidupan nyata yang telah direkayasa. Pengarang berusaha memanipulasi kehidupan nyata ke dalam bentuk dunia yang baru, yang imajinasi sesuai keinginan pengarang.
Novel memiliki tokoh-tokoh rekaan. Kehadiran tokoh tersebut memang disengaja pengarang untuk menciptakan sebuah kehidupan yang imajinatif. Sebuah novel harus memiliki tokoh karena tokoh adalah hal yang sangat penting di dalam novel. Kehadiran tokoh berfungsi ibarat roda untuk menjalankan cerita. Tokoh yang diceritakan di dalam novel adalah tokoh imajinatif yang memiliki kesamaan bentuk dengan tokoh-tokoh di dunia nyata, baik secara fisik, watak, maupun sikapnya sehingga kehadiran tokoh-tokoh tersebut dianggap ada oleh pembaca.  Atmazaki (2005: 38) mengatakan bahwa tokoh dalam novel bergerak seperti manusia, tokoh dalam novel bisa manusia, bisa tumbuhan atau binatang, tetapi tokoh-tokoh tersebut tetap representasi manusia dalam kehidupan nyata.
Penokohan adalah unsur yang penting di dalam novel. Untuk Mengkaji penokohan, pembaca harus memahami perwatakan (karakter) tokoh. Perwatakan berhubungan dengan  sikap dan tingkah laku tokoh-tokoh di dalam cerita. Perubahan sikap dan tingkah laku tokoh tergantung dari bentuk perjuangan dan masalah yang dihadapi tokoh. Setiap peran yang dilakoni tokoh dapat menyebabkan perubahan watak pada tokoh. Ada tokoh yang pada mulanya berwatak baik tetapi ketika dia berganti peran tokoh tersebut berubah menjadi jahat. Semua perubahan watak yang dialami tokoh tergantung kepada pengarang sebagai pembuat cerita.
Salah satu novel yang memaparkan tentang kompleksitas perwatakan tokoh adalah novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy. Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang pemuda bernama Azzam. Dia kuliah di Al Azhar, Kairo. Saat menempuh studinya, Azzam menghadapi kesulitan. Azzam tidak mendapat kiriman uang dari keluarganya di Indonesia karena di tahun kedua Azzam kuliah, ayahnya meninggal dunia sehingga tidak ada yang membiayai kuliahnya. Untuk melanjutkan studinya di Kairo, Azzam terpaksa menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Hasil penjulan bakso dan tempe dipergunakannya untuk keperluannya di Kairo dan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya di Indonesia.
Novel Ketika Cinta Bertasbih sangat menarik sekali diperhatikan dari aspek karakter islami karena semua tokoh yang ada di dalam novel adalah tokoh-tokoh yang beragama Islam. Karakter islami yang tergambar dari tokoh-tokoh tersebut antara lain jujur suka membantu, dan bekerja keras. Karakter islami merupakan sifat baik yang melekat pada diri seseorang. Seseorang bertindak dan bertingkah laku berdasarkan ajaran Islam. Hal itu sangat menarik sekali untuk diteliti. Disamping itu novel Ketika Cinta Bertasbih banyak memaparkan persoalan cinta (pacaran). Realita yang terjadi di masa kini banyak pemeluk Islam yang berpacaran. Islam tidak membolehkan pacaran karena hal itu melanggar ajaran Islam. Hal inilah yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El shirazy.
Habiburrahman El Shirazy lahir tanggal 3 September di Semarang. Dia adalah lulusan Sarjana dari Univesitas Al Azhar di Kairo. Habiburrahman El Shirazy, pengarang yang dikenal sebagai novelis dengan karya-karya islami. Fakultas UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta memberikan penghargaan kepada Habiburrahman sebagai adab award 2008 dalam bidang novel islami. Penghargaan yang lain yaitu penghargaan Sastra Nusantara 2008 sebagai sastrawan kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat membaca sastra oleh pusat bahasa dalam sidang majlis sastra Asia Tenggara. Karya-karya Habiburrahman identik sekali dengan nuansa islami. Novel karya Habiburrahman yang paling fenomenal yaitu Ayat-Ayat Cinta, kemudian menyusul kumpulan cerita pendek di Atas Sajadah Cinta (2004), Pudarnya Pesona Cleopatra (2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Dalam Mihrab Cinta (2007), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007), Bumi Cinta (2010). Karyanya yang akan diterbitkan yaitu langit mekkah berwarna merah, bidadari bermata bening dan bulan madu di Yerussale. (testimoni Ketika Cinta Bertasbih, 2007)
Penelitian tentang karakter tokoh islami dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy dapat diimplikasikan langsung terhadap dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran apresiasi prosa di sekolah. Implikasi berupa penulisan RPP berkarakter islami. Sebagai bahan ajar, landasan penelitian ini merujuk kepada salah satu materi yang tercantum dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan pada sekolah menengah atas (SMA) kelas XI semester 2 (SK) Standar Kompetensi 15, yaitu memahami buku biografi, novel dan hikayat. (KD) Kompetensi Dasar 15.2 Membandingkan unsur intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan hikayat.

B. Fokus Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka penelitian ini difokus karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.

C. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah dan fokus masalah maka rumusan masalah dalam penelitian yaitu bagaimanakah karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy?

D. Tujuan Penelitian

Tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy.

E. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk: (1) siswa terutama dalam mempelajari apresiasi sastra di sekolah; (2) Guru bahasa dan sastra Indonesia khususnya yang mengajar di SMA bisa menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi mengajarkan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; (3) untuk pembaca, dapat menambah pengetahuan tentang karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih Karya Habiburrahman; (4) Peneliti lain, sebagai penelitian yang relevan dalam melakukan penelitiannya tentang karakter tokoh. (5) penulis sendiri, untuk menambah wawasan akademik dan sarana pembekalan diri.

F. Definisi Operasional

Sebagai acuan, perlu dibuat definisi operasional tentang penggunaan istilah-istilah penelitian. Istilah-istilah yang tekait dalam penelitian tentang karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy yaitu sebagai berikut; Pertama, karakter merupakan gambaran diri, sifat atau sikap tokoh yang dipercaya memiliki kualitas moral yang mendukung pribadi tokoh. Kedua, tokoh adalah orang atau pelaku yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Ketiga, penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokoh rekaan. Kempat, perwatakan merupakan perubahan sifat dan watak tokoh dalam cerita. Kelima, islami adalah unsur agama islam yang melekat pada sesuatu benda. Keenam, novel merupakan karya sastra yang imajinatif, yang menceritakan pengalaman manusia secara kompleks.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Privacy Policy

 <h1>Privacy Policy for Ujung Pena Secuil Tinta</h1> <p>At Ujung Pena Secuil Tinta, accessible from https://wigisutrisno.b...