BAB I
PENDAHULUAN
Manusia selalu menjadi pembicaraan di dalam karya sastra. Hal itu dapat
ditemukan pada sejumlah karya sastra yang beredar di masyarakat. Banyak karya sastra
yang bercerita tentang kehidupan manusia. Salah satu bentuk karya sastra yang
bercerita tentang kehidupan manusia adalah novel. Novel menceritakan pengalaman
manusia yang paling menarik dengan bermacam-macam latar, karakter dan masalah
yang dihadapi manusia dalam kehidupan. Peristiwa yang terjadi di dalam novel
merupakan cerminan dari kehidupan nyata yang telah direkayasa. Pengarang
berusaha memanipulasi kehidupan nyata ke dalam bentuk dunia yang baru, yang
imajinasi sesuai keinginan pengarang.
Novel
memiliki tokoh-tokoh rekaan. Kehadiran tokoh tersebut memang disengaja
pengarang untuk menciptakan sebuah kehidupan yang imajinatif. Sebuah novel
harus memiliki tokoh karena tokoh adalah hal yang sangat penting di dalam
novel. Kehadiran tokoh berfungsi ibarat roda untuk menjalankan cerita. Tokoh
yang diceritakan di dalam novel adalah tokoh imajinatif yang memiliki kesamaan
bentuk dengan tokoh-tokoh di dunia nyata, baik secara fisik, watak, maupun
sikapnya sehingga kehadiran tokoh-tokoh tersebut dianggap ada oleh
pembaca. Atmazaki (2005: 38) mengatakan
bahwa tokoh dalam novel bergerak seperti manusia, tokoh dalam novel bisa
manusia, bisa tumbuhan atau binatang, tetapi tokoh-tokoh tersebut tetap
representasi manusia dalam kehidupan nyata.
Penokohan
adalah unsur yang penting di dalam novel. Untuk Mengkaji penokohan, pembaca
harus memahami perwatakan (karakter) tokoh. Perwatakan berhubungan dengan sikap dan tingkah laku tokoh-tokoh di dalam
cerita. Perubahan sikap dan tingkah laku tokoh tergantung dari bentuk perjuangan
dan masalah yang dihadapi tokoh. Setiap peran yang dilakoni tokoh dapat
menyebabkan perubahan watak pada tokoh. Ada tokoh yang pada mulanya berwatak
baik tetapi ketika dia berganti peran tokoh tersebut berubah menjadi jahat.
Semua perubahan watak yang dialami tokoh tergantung kepada pengarang sebagai
pembuat cerita.
Salah
satu novel yang memaparkan tentang kompleksitas perwatakan tokoh adalah novel Ketika Cinta Bertasbih karya
Habiburrahman El Shirazy. Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang pemuda
bernama Azzam. Dia kuliah di Al Azhar, Kairo. Saat menempuh studinya, Azzam
menghadapi kesulitan. Azzam tidak mendapat kiriman uang dari keluarganya di
Indonesia karena di tahun kedua Azzam kuliah, ayahnya meninggal dunia sehingga
tidak ada yang membiayai kuliahnya. Untuk melanjutkan studinya di Kairo, Azzam
terpaksa menjadi penjual bakso dan pembuat tempe. Hasil penjulan bakso dan
tempe dipergunakannya untuk keperluannya di Kairo dan untuk memenuhi kebutuhan
keluarganya di Indonesia.
Novel
Ketika Cinta Bertasbih sangat menarik
sekali diperhatikan dari aspek karakter islami karena semua tokoh yang ada di
dalam novel adalah tokoh-tokoh yang beragama Islam. Karakter islami yang
tergambar dari tokoh-tokoh tersebut antara lain jujur suka membantu, dan bekerja
keras. Karakter islami merupakan sifat baik yang melekat pada diri seseorang.
Seseorang bertindak dan bertingkah laku berdasarkan ajaran Islam. Hal itu
sangat menarik sekali untuk diteliti. Disamping itu novel Ketika Cinta Bertasbih banyak memaparkan persoalan cinta (pacaran).
Realita yang terjadi di masa kini banyak pemeluk Islam yang berpacaran. Islam
tidak membolehkan pacaran karena hal itu melanggar ajaran Islam. Hal inilah
yang membuat peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tentang karakter
islami pada tokoh dalam novel Ketika
Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El shirazy.
Habiburrahman
El Shirazy lahir tanggal 3 September di Semarang. Dia adalah lulusan Sarjana
dari Univesitas Al Azhar di Kairo. Habiburrahman El Shirazy, pengarang yang dikenal
sebagai novelis dengan karya-karya islami. Fakultas UIN Sunan Kalijaga
Yogyakarta memberikan penghargaan kepada Habiburrahman sebagai adab award 2008 dalam bidang novel
islami. Penghargaan yang lain yaitu penghargaan Sastra Nusantara 2008 sebagai
sastrawan kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat membaca sastra oleh pusat
bahasa dalam sidang majlis sastra Asia Tenggara. Karya-karya Habiburrahman
identik sekali dengan nuansa islami. Novel karya Habiburrahman yang paling
fenomenal yaitu Ayat-Ayat Cinta,
kemudian menyusul kumpulan cerita pendek di
Atas Sajadah Cinta (2004), Pudarnya Pesona Cleopatra (2004), Ketika Cinta Berbuah Surga (2005), Dalam Mihrab Cinta (2007), Ketika Cinta Bertasbih (2007), Ketika Cinta Bertasbih 2 (2007), Bumi Cinta (2010). Karyanya yang akan
diterbitkan yaitu langit mekkah berwarna
merah, bidadari bermata bening dan
bulan madu di Yerussale. (testimoni Ketika
Cinta Bertasbih, 2007)
Penelitian
tentang karakter tokoh islami dalam novel Ketika
Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy dapat diimplikasikan
langsung terhadap dunia pendidikan khususnya pada pembelajaran apresiasi prosa
di sekolah. Implikasi berupa penulisan RPP berkarakter islami. Sebagai bahan
ajar, landasan penelitian ini merujuk kepada salah satu materi yang tercantum
dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan pada sekolah menengah atas (SMA)
kelas XI semester 2 (SK) Standar Kompetensi 15, yaitu memahami buku biografi,
novel dan hikayat. (KD) Kompetensi Dasar 15.2 Membandingkan unsur
intrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia/terjemahan dengan hikayat.
B. Fokus Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah, maka penelitian ini difokus karakter islami pada tokoh dalam
novel Ketika Cinta Bertasbih karya
Habiburrahman El Shirazy.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang masalah dan fokus masalah maka rumusan masalah dalam penelitian yaitu
bagaimanakah karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya Habiburrahman El Shirazy?
D. Tujuan Penelitian
Tujuan dilakukan
penelitian yaitu untuk mendeskripsikan karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya
Habiburrahman El Shirazy.
E. Manfaat Penelitian
Penelitian ini
diharapkan dapat bermanfaat untuk: (1) siswa terutama dalam mempelajari
apresiasi sastra di sekolah; (2) Guru bahasa dan sastra Indonesia khususnya
yang mengajar di SMA bisa menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi
mengajarkan mata pelajaran Bahasa dan Sastra Indonesia; (3) untuk pembaca,
dapat menambah pengetahuan tentang karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih Karya
Habiburrahman; (4) Peneliti lain, sebagai penelitian yang relevan dalam
melakukan penelitiannya tentang karakter tokoh. (5) penulis sendiri, untuk
menambah wawasan akademik dan sarana pembekalan diri.
F. Definisi Operasional
Sebagai acuan, perlu dibuat definisi operasional
tentang penggunaan istilah-istilah penelitian. Istilah-istilah yang tekait
dalam penelitian tentang karakter islami pada tokoh dalam novel Ketika Cinta Bertasbih karya
Habiburrahman El Shirazy yaitu sebagai berikut; Pertama, karakter merupakan gambaran diri, sifat atau sikap tokoh
yang dipercaya memiliki kualitas moral yang mendukung pribadi tokoh. Kedua, tokoh adalah orang atau pelaku
yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Ketiga,
penokohan adalah cara pengarang menggambarkan dan mengembangkan watak tokoh
rekaan. Kempat, perwatakan merupakan
perubahan sifat dan watak tokoh dalam cerita. Kelima, islami adalah unsur agama islam yang melekat pada sesuatu
benda. Keenam, novel merupakan karya
sastra yang imajinatif, yang menceritakan pengalaman manusia secara kompleks.