Sabtu, 16 Januari 2021

CONTOH PROPOSAL ANALISIS SWOT PENGEMBANGAN INDUSTRI SAWIT DI KENAGARIAN TAPAN KECAMATAN BASA AMPEK BALAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Industri perkebunan sawit merupakan salah satu usaha yang perlu diperhitungkan dalam bidang pertanian dan perindustrian. Peran perkebunan sawit sangat menentukan kesejahteraan masyarakat. Menurut UU No 39 Tahun 2014 bahwa perkebunan berperan penting dan memiliki potensi besar dalam pembangunan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Sebab perkebunan mampu menopang dan meningkatkan perekonomian masyarakat (UU No 39 Tahun 2014)

Perkebunan Kelapa Sawit adalah segala kegiatan pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sarana produksi, alat dan mesin, budi daya, panen, pengolahan, dan pemasaran terkait tanaman perkebunan Kelapa Sawit. Usaha Perkebunan Kelapa Sawit adalah usaha yang menghasilkan barang dan/atau jasa Perkebunan Kelapa Sawit (Kepres No 61 Tahun 2015)

Sawit tergolong tanaman Tahunan yang dikelola oleh masyarakat. menanam Pohon sawit membutuhkan areal perkebunan yang cukup luas. Ukuran luas perkebunan sangat relatif tergantung volume komoditi. Akan tetapi suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkan (wikipedia.org)

Di Nagari Tapan Tanaman sawit termasuk tanaman perkebunan yang bernilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat pada umumnya menggantungkan Hidup dari hasil panen sawit. Hampir sebagin besar masyarakat di Tapan bermata pencarian sebagai pekebun sawit. Banyak masyarakat yang membuka lahan perkebunan untuk dijadikan sebagai sumber kehidupan keluarga.

Sejak dibuka lahan perkebunan sawit di Nagari Tapan, masyarakat memiliki mata pencarian untuk kelangsungan hidupnya namun ada beberapa kendala yang menjadi penghalang masyarakat untuk mengelola perkebunan sawit. Petani sawit mengeluhkan harga petistida untuk merawat tanaman sawit disamping itu petani juga kesulitan dalam menjual hasil panen sawit sebab jarak Nagari Tapan ke pusat kota sangat Jauh. Menurut Badan pusat Statistik Pesisir Selatan tahun 2006 Jarak Nagari Tapan dengan Ibukota bisa ditempuh lebih kurang 8 jam menggunakan kendaraan. Disamping itu yang menjadi kendala dalam pengembangan perkebunan sawit yaitu harga sawit cenderung tidak menentu bahkan sempat anjlok diharga terendah mencapai 200 rupiah perkilo. Hal tersebut membuat petani rugi.

Selain itu, alat pertanian juga menjadi penyebab banyaknya lahan sawit yang terbengkalai. Alat pemotong tandan sawit juga susah didapat dipasaran. Sebagian petani hanya mengandalkan alat tradisional yang dibuat sendiri. Salah satunya Sabit yang diikatkan ke Kayu yang panjang supaya bisa digunakan untuk menjangkau tandan sawit yang tinggi. Harga sawit terus merangkak turun membuat ladang-ladang sawit menjadi ditinggalkan dan tidak produktif lagi. Lahan sawit yang luas kini banyak yang telah menjadi semak karena tidak diurus lagi. Biaya perawatan lahan sawit tidak sebanding dengan harga pasar. Ini perlu menjadi perhatian semuanya. Lahan sawit yang luas seharusnya mampu menghasilkan berton-ton sawit dan dapat mensejahterakan masyarakat.

Dengan demikian perlu dilakukan penelitian untuk melihat sejauh mana pengembangan industri sawit di Nagari Tapan. Penelitian ini akan mendeskripsikan pengembangan industri sawit dengan menggunakan teknik analisis swot. Teknik ini akan membantu untuk mengetahui kelemahan, keunggulan, ancaman serta peluang yang ada di kenagarian Tapan sehingga industri sawit di Nagari Tapan benar benar bisa dikembangkan. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “analisis swot pengembangan Industri sawit di Nagari Tapan Kabupaten Pesisir Selatan”.

1.2  Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah maka penelitian ini difokuskan pada analisis pengembangan industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

1.3  Pertanyaan Penelitian

Supaya penelitian ini lebih terarah maka dibuatkan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah kekuatan (strength) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?
  2. Bagaimanakah kelemahan (weakness) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?
  3. Bagaimanakah peluang (oportunity) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?
  4. Bagaimanakah ancaman (threats) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk:

  1. Menganalisa kekuatan (strength) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
  2. Menganalisa kelemahan (weakness) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
  3. Menganalisa peluang (oportunity) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
  4. Menganalisa ancaman (threats) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang dijelaskan maka penelitian ini dapat dimanfaatkan yaitu sebagai berikut.

  1. sebagai syarat untuk untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada jurusan georgrafi program studi pendidikan geografi
  2. menjadi salah satu bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan terutama yang berkaitan dengan pengembangan industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
  3. menjadi sumber referensi bagi peneliti selanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Privacy Policy

 <h1>Privacy Policy for Ujung Pena Secuil Tinta</h1> <p>At Ujung Pena Secuil Tinta, accessible from https://wigisutrisno.b...