Minggu, 24 Januari 2021

Contoh Proposal: ANALISA PENYEBAB PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA PT.Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) HAJI MISKIN PANDAI SIKEK”.

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar belakang masalah.

Manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupan ini tidak luput tanpa bantuan orang lain. Begitu juga dalam suatu lembaga keuangan, juga saling ketergantungan dalam masalah dana, ada yang mempunyai kelebihan dana dan ada yang memerlukan dana.

Untuk inilah diperlukan keberadaan suatu lembaga keuangan baik yang berbentuk bank maupun bukan bank yang berfungsi sebagai perantara antara masyarakat yang mempunyai kelebihan dana dengan masyarakat yang kekurangan dana serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Bagi masyarakat yang mempunyai kelebihan dana dapat menyimpan uangnya tersebut dalam bentuk simpanan giro, tabungan, deposito atau bentuk simpanan lainnya. Begitu pula dengan masyarakat yang kekurangan dana dapat meminjam uang di lembaga – lembaga keuangan dalam bentuk kredit atau pembiayaan.[1]

Bagi masyarakat yang kekurangan dana atau membutuhkan dana dalam rangka membiayai suatu usaha atau kebutuhan rumah tangga mereka dapat meminta bantuan pembiayaan pada lembaga keuangan tersebut salah satunya yaitu lembaga keuangan perbankan syari’ah. Kepada masyarakat yang akan diberikan pinjaman diberikan berbagai persyaratan yang harus segera dipenuhi. Masyarakat yang melakukan pinjaman atau pembiayaan tersebut juga dikenakan margin atau ujrah (biaya jasa) dan biaya administrasi yang besarnya tergantung masing-masing bank.[2]

Menurut Undang – Undang Perbankan Syari’ah No. 21 Tahun 2008 pasal 1 ayat 1 menjelaskan bahwa, Perbankan Syari’ah adalah segala sesuatu yang menyangkut tentang Bank Syari’ah dan Usaha Unit Syari’ah, mencakup kelembagaan, kegiatan usaha, serta cara dan proses dalam melaksanakan kegiatan usahanya.

Perbankan Syari’ah dapat di kelompokkan menjadi 2 (dua) bagian yaitu, Bank Umum Syari’ah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syari’ah. Bank umum syariah merupakan bank yang bertugas melayani seluruh jasa-jasa perbankan dan melayani segenap lapisan masyarakat baik masyarakat perorangan maupun lembaga-lembaga lainnya dengan menggunakan atau memakai prinsip syari’ah. Sedangkan, BPR Syari’ah merupakan bank yang khusus melayani masyarakat kecil di kecamatan dan pedesaan, dengan memakai prinsip syari’ah. Jenis produk yang ditawarkan oleh BPR Syari’ah relatif lebih sempit dibandingkan bank umum. Adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syari’ah yaitu menghimpun dana dalam bentuk tabungan dan deposito dan menyalurkannya dalam bentuk pembiayaan.Pembiayaan menurut UU Perbankan Syari’ah 2008 No. 21 tahun 2008 pasal 1 ayat 25 adalah penyediaan dana atau tagihan yang di persamakan dengan itu berupa:

1.      Transaksi bagi hasil dalam bentuk mudharabah dan musyarakah.

2.      Transaksi sewa-menyewa dalam bentuk ijarah atau sewa beli dalam bentuk ijarah mutahiya bittamlik.

3.      Transaksi jual beli dalam bentuk piutang murabahah, salam dan istishna.

4.      Transaksi pinjam-meminjam dalam bentuk piutang qardh.

5.      Transaksi sewa-menyewa jasa dalam bentuk ijarah untuk transaksi multijasa.

Berdasarkan kesepakatan dalam akad maka pihak yang dibiayai untuk mengembalikan dana tersebut setelah jangka waktu tertentu dengan imbalan atau ujrah dan tanpa imbalan atau bagi hasil.

Pada bank pembiyaan syari’ah, pembiayaan merupakan sebagian besar asset bank dan pembiayaan juga harus dijaga kualitasnya. Untuk itu, dalam memberikan pembiayaan perlu dilakukan analisa dan pendekatan terlebih dahulu. Perlunya melakukan analisia pembiayaan dalam memberikan pembiayaan. Dimaksudkan agar pembiayaan yang diberikan tersebut tidak termasuk dalam pembiayaan bermasalah.

Sedangkan yang di maksud pembiayaan bermasalah adalah suatu kondisi pembiayaan, dimana ada suatu penyimpangan utama dalam pembayaran kembali pembiayaan yang menyebabkan kelambatan dalam pengembalian. Atau pembiayaan yang berada pada collectibility dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet.

Adapun pembiayaan yang bermasalah tersebut, akan memberikan dampak yang buruk terhadap kegiatan dalam perasional perbankan itu sendiri yaitu:

1.      Rentabilitas & Solvabilitas ;

1)      Collectibility & perhitungan Bad Debt menjadi naik.

2)      PPAP semakin meningkat.

3)      Kerugian semakin besar atau laba menurun.

4)      Modal semakin menurun.

2.      Peningkatan biaya.

3.      Lainnya;

1)      Reputasi bank semakin buruk yang berakibat pindahnya investor dana ke pihak lain.

2)      Investor lain tidak berniat menanamkan modalnya.

4.      Aspek zalim.

Bank telah bertindak zalim kepada investor dana karena tidak prudentialnya aparat bank dalam menyalurkan pembiayaan. Sehingga bank tidak memberikan bagi hasil yang baik kepada investor.[3]

Berdasarkan permasalahan yang dikemukakan diatas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian terhadap faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah yang terjadi pada PT. BPRS HAJI MISKIN dan mengangkat masalah ini dalam bentuk Tugas Akhir (TA) dengan judul “ANALISA PENYEBAB PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA PT.Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) HAJI MISKIN PANDAI SIKEK”.

  1. Rumusan dan Batasan Masalah.

Berdasarkan latar belakang yang dikemukakan, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Apa faktor penyebab terjadinya pembiayaan bermasalah pada PT. BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK?

Agar lebih terfokus dan memudahkan proses penulisan hasil penelitian ini maka permasalahannya di batasi pada:

a.       Analisa pemberian pembiayaan.

b.      Pelaksanaan pengembalian kembali pembiayaan yang diberikan.

c.       Cara menyelesaikan Pembiyaan Bermasalah.

  1. Penjelasan Judul

Agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami proposal ini yang berjudul “ ANALISA PENYEBAB PEMBIAYAAN BERMASALAH PADA PT.BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK”. Maka penulis mencoba menjelaskan secara rinci bahwa yang dimaksud dengan judul ini adalah:

Analisa                             Penyelidikan dan penguraian terhadap suatu masalah untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya, proses pemecahan masalah yang dimulai dengan dugaan akan kebenarannya.[4]

Penyebab                              : Karena; sesuatu yang mengkibatkan suatu hal terjadi.[5]

Pembiayaan Bermasalah      : Suatu kondisi pembiayaan, dimana ada suatu penyimpangan utama dalam pembayaran kembali pembiayaan yang menyebabkan keterlambatan dalam pengembalian. ( pembiayaan yang berada pada collectibility, dalam perhatian khusus, kurang lancar, diragukan dan macet).[6]

  1. Tujuan dan Kegunaan Penelitian.

1.      Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui faktor – faktor apa saja yang menyebabkan pembiayaan bermasalah pada PT. Bank Pembiayaan Rakyat (BPR) Syari’ah HAJI MISKIN PANDAI SIKEK.

2.      Keguanaan Penelitian :

§  Sebagai bahan evaluasi bagi para account officer dan para direksi atau pelaksana manajemen pada PT. BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK.

§  Untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman ilmiah penulis serta diharapkan dapat menambah bahan bacaan untuk masalah pembiayaan.

§  Memenuhi syarat untuk mendapat gelar akademik pada Program D III Manajemen dan Perbankan Syari’ah di Fakultas Syari’ah IAIN Imam Bonjol Padang.

  1. Metodologi Penelitian.

a.       Data dan Sumber Data

a)Data Primer yaitu data langsung yang diperoleh dari PT. BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK mengenai pembiayaan bermasalah. Melalui wawancara dengan pimpinan dan karyawan bank.

b)      Data Sekunder yaitu merupakan data yang didapat melalui buku-buku panduan,  brosur, dan dari referensi lain yang relevan dengan objek penelitian.

b.      Teknik Pengumpulan data.

a)      Wawancara.

1)      Wawancara terstruktur yaitu wawancara yang dengan mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu sebelum mengadakan wawancara.

2)      Wawancara tidak terstruktur, yaitu wawancara yang tidak mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan terlebih dahulu sebelum melakukan wawancara.

b)      Observasi .

Dengan melakukan magang selama satu bulan pada PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek.

c.       Teknik Analisa Data.

Setelah data dikumpulkan maka data akan diolah dan dianalisa untuk mendapatkan hasil penelitian yang dapat dipertanggungjawabkan, oleh karena itu data tersebut di analisa dengan menggunakan analisa dskriptif kualitatif berupa mendiskriptifkan, mencatat, menganalisa dan menafsirkan kondisi sekaran yang terjadi secara tepat terhadap pembiayaan bermasalah pada PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek.

  1. Sistematika Pembahasan.

BAB I       : Pendahuluan, dalam bab ini dikemukakan tentang latar belakang masalah, rumusan dan batasan masalah, penjelasan judul, tujuan dan kegunaan penelitian, serta metodologi penelitian dan sistematika pembahasan.

BAB II      : Tentang landasan teoritis sebagai kerangka dasar tugas akhir ini dengan mengemukakan pengertian dari pembiayaan dan pembiayaan bermasalah dan pembiayaan bermasalah, jenis-jenis produk pembiayaan, unsur – unsur yang terkandung dalam pembiayaan, proses dan prinsip – prinsip analisis dalam pemberian pembiayaan, faktor penyebab pembiayaan bermasalah, dampak pembiayaan bermasalah, cara penyelesaian pembiayaan bermasalah.

BAB III    : Gambaran umum tentang PT. BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK, sejarah berdirinya, visi dan misinya, struktur organisasi, dan produk – produk yang ada di PT. BPRS HAJI MISKIN PANDAI SIKEK.

BAB IV    : Pembahasan dan analisa penyebab pembiayaan bermasalah pada PT BPRS HAJI MISIKIN PANDAI SIKEK tentang bagaimana proses pemberian pembiayaan, faktor – faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya pembiayaan bermasalah dan bagaimana cara penyelesaiannya pada PT. BPRS haji miskin pandai sikek.

BAB V      : Sebagai bab penutup. Maka bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dan saran – saran penulisan.



[1] Kasmir,SE.MM, Bank dan lembaga keuangan lainnya, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 1998) h.9

 

[2] Kasmir, SE. MM, Pemasaran Bank, (Jakarta: Kencana, 2008) h.10

[3] Makalah Seminar Perbankan Syari’ah mengenai Pembiayaan oleh Bank Muamalat Indonesia (BMI) Padang,2008.

[4] Drs. Sulchan Yasin, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, (Amanah, Surabaya),1997.

[5] Ibid, h 150

[6] Makalah Seminar Perbankan Syari’ah mengenai Pembiayaan oleh Bank Muamalat Indonesia (BMI) Padang.


Sabtu, 16 Januari 2021

CONTOH METODE PENELITIAN KUALITATIF ANALISIS SWOT

BAB III
METODE PENELITIAN

 
3.1  Jenis Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Moleong (2010:6) mengatakan bahwa penelitian kualitatif adalah penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan, dll, secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dengan memanfaatkan metode ilmiah.  Sejalan dengan itu, Nazir (2005:54) mengatakan bahwa metode deskriptif adalah suatu metode dalam meneliti status kelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual, dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat, serta hubungan antar fenomena yang diselidiki.

3.2  Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilakukan di Nagari Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan. Pemilihan lokasi penelitian didasarkan pada asumsi bahwa Nagari Tapan memiliki penduduk dengan mata pencarian sebagai petani sawit. Lokasi penelitian ini telah diobservasi sebelumnya. Pengamatan terhadap lokasi penelitian dilakukan jauh sebelum dilakukan penelitian agar didapat gambaran mengenai wilayah penelitian.

3.3  Informan Penelitian

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan latar penelitian (Moleong, 2010:132). Pemilihan informan menggunakan teknik purposive sampling. Menurut Afrizal (2006:66)  teknik purposive samping dilakukan berdasarkan pemilihan seleksi peneliti berdasarkan atas anggapan bahwa informan adalah orang yang benar-benar mengetahui atau memiliki keterkaitan dengan permasalahan atau objek penelitian. Para informan dicari berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti. Peneliti mengetahui identitas orang-orang yang pantas dijadikan informan dan keberadaannya informan diketahui oleh peneliti.

Adapun kriteria informan dalam penelitian ini yaitu orang yang mengetahui tentang seluk beluk industri perkebunan sawit di Nagari Tapan yaitu:

  1. Petani atau pemiliki kebun sawit
  2. Pekerja yang mengolah (buruh) perkebunan sawit
  3. Wali Nagari.

3.4 Jenis Data dan Sumber Data

1)      Jenis Data

Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh langsung peneliti dari lapangan, sedangkan data sekunder adalah data yang diperoleh melalui pihak lain atau data tersebut tidak diambil langsung oleh peneliti di lapangan.
 

2)      Sumber Data

Data primer dalam penelitian ini diperoleh secara langsung oleh peneliti dari sumber utama yaitu petani di Nagari Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Sumber data pendukung didapatkan dari wawancara yang dilakukan pada tokoh masyarakat setempat.

3.4  Alat Pengumpul Data

Alat pengumpul data dalam penelitian ini yaitu daftar pertanyaan dalam bentuk wawancara. Perhatikan tabel berikut.

Tabel 3.4.1 Jenis Data, Sumber Data dan Alat Pengumpulan Data

No

Jenis Data

Sumber

Alat Pengumpul Data

1

 

 

 

 

 

2

1.      Data Primer

 

 

 

 

 

2.      Data sekunder

 

 

1.      Petani (pemilik perkebunan)

2.      Pekerja (buruh)

 

Kantor Wali Nagari

 

 

 

 

a.       Daftar pertanyaa wawancara

b.      Alat perekam

c.       Alat tulis/catat

 

a.       Observasi

b.      Camera (foto)

c.       Falsdisk



3.5  Metode Pengumpulan Data

Data dikumpulkan melalui tiga cara yaitu observasi, wawancara dan studi dokumen

1)      Observasi

Observasi adalah metode pengumpulan data yang digunakan untuk menghimpun data penelitian melalui pengamatan (Bungin, 2007:118). Dalam penelitian ini peneliti melakukan pengamatan baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap objek penelitian.

2)      Wawancara

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan tersebut dilakukan oleh dua pihak yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan terwawancara yang memberi jawaban atas pertanyaan (Moleong, 2010:186). Pada penelitian ini penulis menggunakan teknik wawancara mendalam dimana informan dan peneliti ikut terlibat dalam kehidupan sosialyang relative lama dan keterlibatan peneliti dalam kehidupan informan (Bungin 2007:111)

Wawancara dilakukan terhadap petani sawit (pemilik kebun sawit) dan beberapa pekerja (buruh) yang bekerja sebagai pengelola perkebunan sawit untuk mendapatkan gambaran yang jelas mengenai pengembangan industri sawit di Nagari Tapan Kabupaten Pesisir Selatan. Namun sebelum itu peneliti telah menyiapkan terlebih dahulu pedoman daftar wawancara. Wawancara dilakukan tidak terstruktur dan Peneliti boleh mengacak pertanyaan yang telah dibuat.

3)      Studi dokumen

Studi dokumen adalah salah satu metode pengumpulan data kualitatif dengan menganalisis dokumen-dokumen yang dibuat oleh subjek sendiri atau orang lain. Peneliti berusaha mendapatkan arsip-arsip dan dokumen-dokumen lain (Herdiansyah, 2012:143).

3.6  Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui beberapa tahap yaitu reduksi data, penyajian data dan menarik kesimpulan.

1)      Reduksi data

Reduksi data adalah bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data. Pada tahap ini semua data yang diberhasil didapatkan akan dikelompokan sesuai tujuan penelitian.

2)      Penyajian data

Penyajian data dapat diartikan sebagai kumpulan data tersusun yang memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Dengan penyajian data peneliti dapat memahami apa yang sedang terjadi dan apa yang harus dilakukan berdasarkan pemahaman tentang penyajian data. Data-data yang telah dikumpulkan dan dikelompokan disusun secara sistematis agar mudah untuk dianalisis dan lebih mudah dalam penarikan kesimpulan.

3)      Penarikan kesimpulan

Penarikan kesimpulan dilakukan apabila data yang diteliti telah valid berdasarkan penelitian dan telah teruji kebenarannya. Sehingga penarikan kesimpulan dapat dilakukan.


CONTOH PROPOSAL ANALISIS SWOT PENGEMBANGAN INDUSTRI SAWIT DI KENAGARIAN TAPAN KECAMATAN BASA AMPEK BALAI KABUPATEN PESISIR SELATAN

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Industri perkebunan sawit merupakan salah satu usaha yang perlu diperhitungkan dalam bidang pertanian dan perindustrian. Peran perkebunan sawit sangat menentukan kesejahteraan masyarakat. Menurut UU No 39 Tahun 2014 bahwa perkebunan berperan penting dan memiliki potensi besar dalam pembangunan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara berkeadilan. Sebab perkebunan mampu menopang dan meningkatkan perekonomian masyarakat (UU No 39 Tahun 2014)

Perkebunan Kelapa Sawit adalah segala kegiatan pengelolaan sumber daya alam, sumber daya manusia, sarana produksi, alat dan mesin, budi daya, panen, pengolahan, dan pemasaran terkait tanaman perkebunan Kelapa Sawit. Usaha Perkebunan Kelapa Sawit adalah usaha yang menghasilkan barang dan/atau jasa Perkebunan Kelapa Sawit (Kepres No 61 Tahun 2015)

Sawit tergolong tanaman Tahunan yang dikelola oleh masyarakat. menanam Pohon sawit membutuhkan areal perkebunan yang cukup luas. Ukuran luas perkebunan sangat relatif tergantung volume komoditi. Akan tetapi suatu perkebunan memerlukan suatu luas minimum untuk menjaga keuntungan melalui sistem produksi yang diterapkan (wikipedia.org)

Di Nagari Tapan Tanaman sawit termasuk tanaman perkebunan yang bernilai sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Masyarakat pada umumnya menggantungkan Hidup dari hasil panen sawit. Hampir sebagin besar masyarakat di Tapan bermata pencarian sebagai pekebun sawit. Banyak masyarakat yang membuka lahan perkebunan untuk dijadikan sebagai sumber kehidupan keluarga.

Sejak dibuka lahan perkebunan sawit di Nagari Tapan, masyarakat memiliki mata pencarian untuk kelangsungan hidupnya namun ada beberapa kendala yang menjadi penghalang masyarakat untuk mengelola perkebunan sawit. Petani sawit mengeluhkan harga petistida untuk merawat tanaman sawit disamping itu petani juga kesulitan dalam menjual hasil panen sawit sebab jarak Nagari Tapan ke pusat kota sangat Jauh. Menurut Badan pusat Statistik Pesisir Selatan tahun 2006 Jarak Nagari Tapan dengan Ibukota bisa ditempuh lebih kurang 8 jam menggunakan kendaraan. Disamping itu yang menjadi kendala dalam pengembangan perkebunan sawit yaitu harga sawit cenderung tidak menentu bahkan sempat anjlok diharga terendah mencapai 200 rupiah perkilo. Hal tersebut membuat petani rugi.

Selain itu, alat pertanian juga menjadi penyebab banyaknya lahan sawit yang terbengkalai. Alat pemotong tandan sawit juga susah didapat dipasaran. Sebagian petani hanya mengandalkan alat tradisional yang dibuat sendiri. Salah satunya Sabit yang diikatkan ke Kayu yang panjang supaya bisa digunakan untuk menjangkau tandan sawit yang tinggi. Harga sawit terus merangkak turun membuat ladang-ladang sawit menjadi ditinggalkan dan tidak produktif lagi. Lahan sawit yang luas kini banyak yang telah menjadi semak karena tidak diurus lagi. Biaya perawatan lahan sawit tidak sebanding dengan harga pasar. Ini perlu menjadi perhatian semuanya. Lahan sawit yang luas seharusnya mampu menghasilkan berton-ton sawit dan dapat mensejahterakan masyarakat.

Dengan demikian perlu dilakukan penelitian untuk melihat sejauh mana pengembangan industri sawit di Nagari Tapan. Penelitian ini akan mendeskripsikan pengembangan industri sawit dengan menggunakan teknik analisis swot. Teknik ini akan membantu untuk mengetahui kelemahan, keunggulan, ancaman serta peluang yang ada di kenagarian Tapan sehingga industri sawit di Nagari Tapan benar benar bisa dikembangkan. Maka dari itu peneliti tertarik melakukan penelitian tentang “analisis swot pengembangan Industri sawit di Nagari Tapan Kabupaten Pesisir Selatan”.

1.2  Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah maka penelitian ini difokuskan pada analisis pengembangan industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

1.3  Pertanyaan Penelitian

Supaya penelitian ini lebih terarah maka dibuatkan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1. Bagaimanakah kekuatan (strength) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?
  2. Bagaimanakah kelemahan (weakness) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?
  3. Bagaimanakah peluang (oportunity) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?
  4. Bagaimanakah ancaman (threats) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan?

1.4 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk:

  1. Menganalisa kekuatan (strength) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
  2. Menganalisa kelemahan (weakness) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
  3. Menganalisa peluang (oportunity) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.
  4. Menganalisa ancaman (threats) industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan.

1.5 Manfaat Penelitian

Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang dijelaskan maka penelitian ini dapat dimanfaatkan yaitu sebagai berikut.

  1. sebagai syarat untuk untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada jurusan georgrafi program studi pendidikan geografi
  2. menjadi salah satu bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan terutama yang berkaitan dengan pengembangan industri Sawit di Kenagarian Tapan Kabupaten Pesisir Selatan
  3. menjadi sumber referensi bagi peneliti selanjutnya.


Privacy Policy

 <h1>Privacy Policy for Ujung Pena Secuil Tinta</h1> <p>At Ujung Pena Secuil Tinta, accessible from https://wigisutrisno.b...