Minggu, 27 Desember 2020

CONTOH PROPOSAL PENELITIAN SASTRA: NILAI-NILAI MORAL DALAM NOVEL SENGSARA MEMBAWA NIKMAT KARYA TULIS ST. SATI

 

BAB I
PENDAHULUAN

  1.1 Latar Belakang Masalah

Nilai moral dalam suatu karya sastra penting untuk diketahui karena banyak menggambarkan sikap dan tingkah laku manusia dalam kehidupan sehari-hari. Nilai moral yang baik bisa menjadi contoh bagi pembaca. Pembaca bisa meneladani nilai-nilai baik yang terdapat dalam suatu karya sastra, khususnya pada novel. Suatu karya sastra bukan hanya sekadar bahan bacaan yang berisi khayalan yang sifatnya menghibur pembaca saja. Dengan membaca suatu karya sastra, pembaca dapat lebih bijak dalam bertindak dan berpikir karena di dalamnya terdapat hal-hal yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.

Permasalahan yang digambarkan pengarang dalam suatu novel akan menjadi gambaran bagi pembaca. Di dalam suatu novel persoalan yang tergambar lebih mengutamakan persoalan-persoalan manusia. Sebagai karya kreatif, novel menarik dan penting untuk dibaca karena novel mengandung nilai-nilai kehidupan. Salah satu di antara nilai-nilai itu adalah nilai moral. Hasbullah (2005:321) menyatakan bahwa nilai-nilai moral pada dasarnya berhubungan dengan konvensi baik buruknya cara bersikap, bertindak dan bertingkah laku dalam kehidupan. 

Karya fiksi berbentuk novel banyak digemari masyarakat karena dapat memberikan gambaran kehidupan. Saat membaca novel, pembaca tidak hanya sekadar membaca tetapi juga memahami isi cerita yang terdapat di dalam novel tersebut. Dengan memahami isi novel, pembaca akan mendapatkan gambaran suatu proses kehidupan yang tergambar di dalamnya. Salah satunya tentang gambaran nilai moral yang disampaikan pengarang.

Salah satu novel yang memberikan gambaran nilai moral adalah novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati. Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang pemuda dalam menghadapi segala cobaan dalam hidup hingga menuju sebuah kenikmatan hidup. Pemuda tersebut bernama Midun, seorang yang gagah berani, berbudi pekerti luhur, taat beribadah, dan sopan tingkah lakunya.

Cerita bermula dari Midun yang dimusuhi Kacak, seorang kemenakan Tuanku Laras. Kacak yang iri dan benci kepada Midun selalu mencari cara untuk menyingkirkan Midun. Hingga akhirnya karena suatu perkelahiaan yang dikepalai oleh kacak, Midun dipenjara. Di halaman depan penjara, Midun berjumpa dengan kekasih hatinya, yaitu Halimah. Demi menolong Halimah kabur dari ayah tirinya yang jahat, Midun membawa halimah lari ke tanah Jawa. Disana, Midun mengadu nasib dan mencari pekerjaan. Perjalanan Midun di tanah Jawa selalu penuh dengan cobaan hidup yang tidak kunjung usai.

Awalnya kesialan menimpa Midun, namun berkat kesabaran dan kebaikannya, Midun berhasil memperoleh pekerjaan yang besar dan menikah dengan Halimah. Akhir cerita, Midun pulang ke Minangkabau bersama keluarganya. Midun kembali berkumpul bersama orang tua dan saudara-saudaranya di kampung. Midun hidup bahagia bersama keluarganya.

Nilai moral seperti yang terdapat dalam novel Sengasara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati sudah jarang dijumpai pada zaman kini. Zaman kini setiap kejahatan pasti dibalas dengan kejahatan. Namun, di dalam novel Sengsara Membawa Nikmat, melalui tokoh Midun pengarang berupaya menanamkan nilai moral dalam pikiran pembaca. Tokoh Midun selalu sabar menghadapi segala suka duka kehidupan. Sikap Midun menggambarkan bahwa tokoh tersebut memiliki moral yang terpuji. Walaupun Kacak berusaha mencelakainya, namun Midun tidak pernah membalas perlakukan jahat Kacak kepadanya. Midun tetap bersikap baik kepada Kacak.  Dengan demikian, novel ini banyak memaparkan tentang nilai moral. Kesabaran dan sikap Midun mencerminkan bahwa nilai-nilai moral merupakan suatu hal yang penting dalam kehidupan. Tujuan pengarang menulis novel ini bukan hanya untuk menghibur pembaca, tetapi untuk mendidik pembaca agar menanamkan nilai-nilai moral dalam kehidupan.

Novel Sengsara Membawa Nikmat ditulis oleh Tulis St. Sati. Pengarang ini lahir tahun 1898 di Bukittinggi. Tulis St. Sati adalah seseorang yang dikenal sebagai penyair dan sastrawan. Novel Sengsara Membawa Nikmat adalah karya Tulis St. Sati yang paling fenomenal. Karya sastra ini bahkan telah difilmkan. Karya-karya Tulis St. Sati terdiri atas karya asli dan saduran, baik roman maupun syair. Karya-karyanya yang asli berbentuk roman adalah Sengsara Membawa Nikmat (1928), Tidak Tahu Membalas Guna (1932), Tak Disangka (1932), dan Memutuskan Pertalian (1932).

Penelitian mengenai nilai-nilai moral dalam novel Sengsara Membawa Nikmat dapat diimplikasikan langsung terhadap dunia pendidikan, khususnya pada pembelajaran apresiasi prosa di sekolah. Sebagai bahan ajar, landasan penelitian ini merujuk kepada salah satu materi yang tercantum dalam KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) pada SMA (Sekolah Menengah Atas) kelas XI semester 2 SK (Standar Kompetensi) 15, yaitu memahami biografi, novel, dan hikayat. KD (Kompetensi Dasar) 15.2 membandingkan unsur-unsur instrinsik dan ekstrinsik novel Indonesia, terjemahan, dan hikayat.

 1.2 Fokus Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, maka penelitian ini difokuskan pada nilai moral yang terdapat dalam novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis St. Sati.

1.3 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan fokus masalah maka rumusan masalah dalam penelitian adalah “Apa sajakah nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati?”

1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan nilai-nilai moral yang terdapat dalam novel Sengsara Membawa Nikmat karya Tulis Sutan Sati.

1.5 Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi berbagai pihak: (1) bagi guru Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai bahan masukan dalam mengajarkan apresiasi sastra; (2) bagi siswa dapat menambah wawasan atau pengetahuan sastra terutama tentang nilai moral; dan (3) bagi peneliti lain, dapat dijadikan pedoman dan bahan perbandingan dalam penelitian selanjutnya, khususnya penelitian tentang nilai-nilai moral.

1.6 Definisi Operasional

Istilah-istilah yang berkaitan dengan penelitian ini adalah sebagai berikut.

        1. Nilai moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima secara umum mengenai             perbuatan, sikap,  kewajiban, akhlak, budi pekerti, dan susila  yang dimiliki manusia          (KBBI, 2008:929)

    2.    Novel Sengsara Membawa Nikmat adalah novel yang ditulis oleh Tulis St. Sati. Penulis ini berasaldari Sumatera Barat. Novel ini terdiri dari 205 halaman, terbit pertama kali pada tahun 1929 dan sudah mengalami cetakan ke duapuluh pada tahun 2010. Novel ini diterbitkan oleh Balai Pustaka. 

 

file lengkap bisa tanyakan via facebook klik link facebook saya https://www.facebook.com/yogie.orion1/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Privacy Policy

 <h1>Privacy Policy for Ujung Pena Secuil Tinta</h1> <p>At Ujung Pena Secuil Tinta, accessible from https://wigisutrisno.b...