Sabtu, 13 Maret 2021

Contoh proposal: Makna Tradisi Baarak Baduo Bagi Masyarakat Dalam Upacara Perkawinan Di Jorong Lubuk Gadang Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat

 BAB I
PENDAHULUAN

1.1    Latar Belakang Masalah
Di dalam kehidupan manusia dilengkapi oleh banyak tradisi. Sejalan dengan prinsip tradisi, tradisi adat mempunyai kecendrungan untuk merajuk kepada tradisi para leluhur dalam menghubungkan antara  apa  yang terjadi dimasa lampau atau masa sekarang yang mempunyai nilai-nilai tradisional(Lukito 2012:16). 

Tradisi adalah  kebiasaan turun- temurun  sekelompok masyarakat berdasarkan nilai-nilai budaya yang bersangkutan ( Mulyana, 2005:123).   Adapun upaya masyarakat untuk mempertahankan kebiasaan tersebut adalah jika kebiasaan tersebut relevan dengan kebutuhan masyarakatnya, namun kebiasaan tersebut dapat ditinggalkan karena tidak dapat dijalankan  sebagai pola prilaku masyarakatnya. 

Salah satu tradisi yang terdapat  dalam masyarakat adalah tradisi dalam perkawinan, perkawinan yang mempunyai makna penting, maka dalam pelaksanaannya senantiasa dimulai dan disertai dengan berbagai upacara– upacara tradisional ( Setiady, 2009:225). Tradisi yang berkaitan dengan upacara perkawinan seringkali dilaksanakan  dalam  beberapa tahap yaitu tahap akad nikah seperti lamaran,  penentuan hari dan tanggal perkawinan serta prosesi- prosesi    yang akan dilakukan dalam pelaksanan upacara perkawinan tersebut ( Superyadi, 2009:3). Artinya setiap pelaksanaan tradisi dalam upacara perkawinan memiliki tahapan-tahapan tertentu dimana tahapan tersebut memiliki serangkaian acara, ritual dan tradisi adat. Tahapan tersebut yaitu ada tradisi  yang dilaksanakan sebelum upacara perkawinan.  


Begitu juga pada masyarakat Minangkabau yang memiliki tradisi- tradisi, tata cara hidup, dan nilai budaya tersendiri  yang membedakan dengan masyarakat lain. Khususnya tradisi tradisi perkawinan yang ada pada masyarakat  Jorong Lubuk Gadang Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat juga memiliki berbagai macam tradisi yang dilaksanakan dalam upacara perkawinan. Tradisi yang dilaksanakan sebelum upacara perkawinan yaitu, manjuoh merupakan persetujuan antara kedua belah pihak, dimana mereka satu sama lain berjanji untuk mengadakan perkawinan. Dalam acara pertunangan ini juga tempat penentuan kapan dilaksanakan mompoket boadik-adik. Mompoket boadik-adik  dilakukan dalam rangka musyawarah untuk mencari kapan dilaksanakan mondudukken induk-induk.

Tradisi mondudukken induk-induk dilaksanakan dalam rangka mecari dana untuk biaya pesta perkawinan dan musyawarah kapan dilaksanakan hari pernikahan. Dalam tradisi ini melibatkan ninik mamak, puti, dan masyarakat banyak. Pelaksanaank tradisi mondudukken induk- induk  di laksanakan pada malam hari setelah Sholat Iasya ( 8.00 WIB)  2 minggu sebelum hari perkawinan dilaksanakan. 

Tradis monikahgen dilaksanakan dalam rangka untuk menikahkan kedua calon pengantin dan menentukan kapan dilaksnakan upacara perkawinan. Pelaksanaannya monikahgen ini dilaksanakan setelah Sholat Isya (10.00 WIB)  menjelang  upacara perkawinan dilaksanakan. Tradisi ini melibatkan ninik mamak, puti, KUA dan masyarakat.  

Tradisi baarak baduo merupakan tradisi mengarak pengantin dengan tujuan mengumumkan kepada masyarakat bahwa mereka sudah sah menjadi suami istri,  dalam pelaksanakan tradisi ini yang terlibat adalah   anak daro dan marapulai. Anak daro di dampingi oleh seorang perempuan ( kawen anak daro) dan marapulai di dampingi oleh seorang laki- laki ( kawen mompolei), orang yang mendampingi anak daro dan marapulai orang yang sudah pernah menikah bukan dari pihak sumando ataupun pihak dari bako dan diiringi oleh  kaum bapak- bapak sebagai pemain musik tradisional disebut dengan badikia.
 
Sebelum melaksanakan tradisi itu maka harus mengorbankan satu ekor kambing untuk disembelih. Tradisi baarak baduo dilaksanakan saat  prosesi upacara perkawinan dan waktu pelaksanaanya sesudah sholat asyar,  kedua pengantin diarak mulai dari rumah pengantin perempuan sampai  dengan jarak  tidak ditentukan tapi hanya seberapa mampu kedua pengantinn, kedua pengantin harus diarak karena tradisi baarak baduo tersebut merupakan salah satu bagian dari adat masyarakat Lubuk Gadang. Jika  tradisi tersebut tidak dilaksanakan maka orang mengatakan perkawinannya tidak pakai adat atau upacara perkawinannya diadakan secara kecil- kecilan. Perkawinan tidak pakai adat merupakan perkawinan yang tidak melaksanakan tradisi adat yang sering dilaksanakan orang pada saat prosesi upacara perkawinan (Niniak mamak 23 juli  2015).

Berdasarkan latar belakang diatas, maka akan dilakukannya penelitian  di Jorong Lubuk Gadang  Nagari Parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat dengan judul “ Makna Tradisi Baarak Baduo Bagi Masyarakat Dalam Upacara Perkawinan di  Jorong Lubuk Gadang Nagari parik Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman Barat.
1.2    Batasan dan Rumusan Masalah
Dalam sebuah kebudayaan yang berkembang ditengah masyarakat pastinya terdapat tradisi yang sudah turun temurun dan dijunjung tinggi oleh masyarakat dari generasi ke generasi. Tradisi tersebut merupakan sebuah upacara adat yang  dijaga oleh masyarakat dan selalu dilaksanakan, tradisi baarak baduo sebagai kebiasaan  yang dilakukan masyarakat Lubuk Gadang.
Berdasarkan latar belakang dan uraian diatas , maka permasalahan penelitian ini adalah:
  1. Bagaimana proses pelaksanaan tradisi baarak baduo dalam upacara perkawinan  di jorong Lubuk Gadang?
  2. Apa makna tradisi baarak baduo  bagi masyarakat  dalam upacara perkawinan di jorong Lubuk Gadang?
1.3    Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan permasalahan diatas maka penelitian bertujuan untuk:
  1. Mendeskripsikan proses pelaksanaan  tradisi baarak baduo dalam upacara perkawinan di jorong Lubuk Gadang
  2. Mendeskripsikan makna tradisi baarak baduo bagi masyarakat dalam upacara perkawinan di jorong Lubuk Gadang
 1.4    Manfaat Penelitian
  1. Secara akademis, manfaat yang diharapkan dari penelitian ini untuk memperkaya kajian keilmuan terutama ilmu sosiologi yang membahas tentang kebudayaan masyarakat.
  2. Secara Praktis, berguna sebagai bahan masukan bagi peneliti selanjutnya,khususnya pihak- pihak yang terkait yang meneliti masalah ini lanjut dan lebih  dalam lagi. Di samping itu dapat juga menjadi bahan informasi tentang kebudayaan yang dimiliki masyarakat sehingga pemerintah dapat melakukan pemberdayaan masyarakat untuk melestarikan kebudayaan lokal.

Contoh Proposal: Analisis Swot Pengembangan Industri Gambir Di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto Xi Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan

 BAB I

PENDAHULUAN



1.1    Latar Belakang

Perkembangan zaman membuat perubahan di berbagai bidang kehidupan. Perubahan tersebut  menciptakan peluang  dan tantangan. Salah satu perubahan dapat dilihat pada bidang pertanian. Pertanian semakin berkembang sehingga menciptakan banyak peluang. Seiring dengan hal itu bidang pertanian juga mendapat tantangan yang berarti. Petani bisa menciptakan lapangan kerja. Mereka bersaing menghasilkan produk-produk lokal terbaik. Namun bidang pertanian juga terkendala oleh perubahan iklim, serangan hama dan hewan pengganggu. Selain itu bidang pertanian juga harus mendapat dukungan dari pemerintah agar produksi pertanian dapat ditingkatkan



Industri gambir merupakan salah satu usaha yang perlu diperhitungkan dalam bidang pertanian dan perindustrian. Peran perkebunan gambir sangat menjanjikan jika dikelola dengan baik. Namun perhatian terhadap pengembangan tanaman gambir kurang mendapat respon sehingga produksi dan kualitas gambir sangat rendah. Mutu produksi tanaman gambir ditentukan oleh bagusnya usaha perawatan perkebunan dan pengolahan tanaman yang dilakukan. Usaha pengolahan perkebunan gambir merupakan suatu rangkaian yang cukup rumit. Pengolahan perkebunan gambir melalui banyak tahapan seperti pembukaan lahan, pembibitan, penanaman, pemeliharaan dan pemanenan. Sedangkan untuk memproduksi juga melalui serangkaian proses mulai dari pengepakan, perebusan, pencetakan penjemuran sampai menghasilkan produk gambir yang siap jual.

Pengolahan tanaman Gambir sampai saat ini masih dihasilkan oleh industri kecil yang masih bersifat tradisional. Pengolahan tananam gambir masih memakai tenaga manusia (manual). Proses pembuatannya juga masih menggunakan bahan bakar dari kayu. Selain memakan waktu yang cukup lama hal tersebut juga dapat merusak hutan. Untuk itu perkebunan gambir perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak, baik dari pihak pemerintah maupun pihak swasta dan masyarakat agar komoditas tanaman gambir semakin meningkat. Sebab tanaman gambir memberikan kontribusi yang cukup berarti bagi petani dan daerah. Gambir adalah komoditas penting  yang bernilai ekonomi tinggi. Industri gambir dapat meningkatkan perekonomian dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat.

Menurut Fauza (1992) gambir dapat memberi kontribusi yang cukup berarti pada pendapatan petani daerah. Pengolahannya mulai dari bercocok tanam sampai hasil pemasaran masih dilakukan secara konvensional. Gambir merupakan  salah satu perkebunan rakyat yang bernilai tinggi untuk diusahakan secara komersial pada masa yang akan datang.

Permasalahan yang paling mendasar dalam pengolahan dan perawatan tanaman gambir yaitu kurangnya sarana dan prasarana. Masyarakat sampai saat ini masih menggunakan cara tradisional. Pengolahan dilakukan memakai tenaga manusia mulai dari penanaman, hasil produksi dan pemasaran. Pengolahan gambir dilakukan menggunakan alat dari kayu seperti paraku, hirok dan juga alat mencetak. Hal tersebut merupakan kelemahan yang terlihat dari petani gambir. Mereka tidak memiliki alat yang baik untuk mengolah gambir.

Salah satu daerah yang menggunakan cara tradisional mengolah gambir yaitu Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan. Kenagarian Siguntur Muda terkenal dengan daerah penghasil gambir terbesar di Kecamatan Koto XI Tarusan. Hampir semua masyarakat bermata pencarian sebagai petani gambir. Namun pengolahan yang dilakukan masih menggunakan cara tradisional. Kekurangan sarana dan prasarana merupakan kelemahan petani di Kenagarian Siguntur Muda. Petani tidak memiliki alat yang modern. Mereka masih mengusahakan cara-cara tradisional menggunakan kayu bakar untuk merebus tanaman. Mereka merakit sendiri dan membuat sendiri alat untuk mengolah dan mencetak gambir. Selain itu petani terkendala oleh akses jalan yang tidak baik sehingga mempersulit proses produksi gambir.

Padahal jika dilihat dari hasil produksi, tanaman gambir setiap tahun bisa mencapai 100 ton pertahun (Dinas Pertanian Pesisir Selatan Tahun 2013). Hal tersebut merupakan produksi yang sangat besar. Selain itu luas wilayah areal perkebunan gambir menurut catatan di kantor Wali Nagari Siguntur Muda lebih kurang 732 ha. Hasil pertanian sangat mendukung sekali mengembangkan industri pertanian gambir di kenagarian Siguntur Muda. Jika hal tersebut dikelola dengan baik maka akan tercipta suatu kekuatan untuk menciptakan lapangan kerja dan hasil produksi yang lebih banyak. Perekonomian masyarakat akan terbantu dan kesejahteraan masyarakat dapat terjamin. Selain itu tentu merawat tanaman gambir tidak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali ancaman yang harus dihadapi oleh petani. Ancaman-ancaman yang tidak terduga seperti bencana alam, hama tanaman, permainan tengkulak dan harga pupuk yang melambung tinggi membuat petani kewalahan. Mereka terbebani oleh biaya pupuk yang mahal, upah buruh yang terus meningkat, biaya perawatan kebun yang melambung tinggi dan akses jalan yang buruk sangat menyulitkan petani. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan maka peneliti tertarik untuk mengungkapkan pengembangan industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda. Oleh karena itu peneliti menjadi tertarik meneliti tentang “analisis pengembangan industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan.

1.2    Fokus Penelitian

Berdasarkan latar belakang masalah maka penelitian ini difokuskan pada analisis pengembangan industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan.

1.3    Pertanyaan Penelitian
Supaya penelitian ini lebih terarah maka dibuatkan pertanyaan penelitian sebagai berikut:

  1.  Bagaimanakah kekuatan (strength) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan?
  2. Bagaimanakah kelemahan (weakness) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan?
  3. Bagaimanakah peluang (oportunity) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan?
  4. Bagaimanakah ancaman (threats) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan?


1.4    Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dilakukan penelitian yaitu untuk:

  1. Menganalisa kekuatan (strength) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan.
  2. Menganalisa kelemahan (weakness) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan.
  3. Menganalisa peluang (oportunity) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan.
  4. Menganalisa ancaman (threats) industri gambir di Kenagarian Siguntur Muda Kecamatan Koto XI Tarusan.

1.5    Manfaat Penelitian

Berdasarkan permasalahan dan tujuan penelitian yang dijelaskan maka penelitian ini dapat dimanfaatkan yaitu sebagai berikut.

  1. Sebagai syarat untuk untuk memperoleh gelar sarjana pendidikan pada jurusan georgrafi program studi pendidikan geografi
  2. Menjadi salah satu bahan masukan bagi pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan terutama yang berkaitan dengan pengembangan industri di Kenagarian Siguntur MudaKecamatan Koto XI Tarusan
  3. Menjadi sumber referensi bagi peneliti selanjutnya.


Contoh Proposa: Analisis Majas Dalam Kumpulan Puisi Selembar Catatan Lawas Karya B Irawan Massie

BAB I

 PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Puisi merupakan salah satu hasil karya sastra. Keberhasilan sebuah puisi tergantung pada kecakapan penyair dalam mengeksploitasikan bahasanya. Puisi disampaikan dengan bahasa yang indah dan menarik. Puisi biasanya terdiri atas larik, dan bait serta menggunakan gaya bahasa tertentu untuk menambah keindahan pada puisi. Pemilihan kata harus dilakukan setepat mungkin supaya bahasa puisi menjadi lebih indah dan menarik.

Majas merupakan salah satu unsur penting dalam puisi. Kehadiran majas berfungsi sebagai pemberi makna dan menimbulkan kesan indah pada puisi. Penggunaan majas dalam puisi menjadikan puisi memiliki banyak makna. Majas mempergunakan susunan kata-kata yang artinya sengaja disimpangkan dari susunan dan arti biasa dengan maksud mendapatkan kesegaran dan kekuatan ekpresi. Pada puisi, majas digunakan untuk menambah kesan indah agar pembaca menjadi tertarik dan terpikat oleh bahasanya. Majas merupakan ciri khas bahasa sastra. Itulah yang membedakan bahasa sastra dengan bahasa sehari-hari, yang mengandung licentia poetica (kebebasan penyair). Tidak heran jika puisi selalu dikaitkan dengan majas. 



Salah satu kumpulan puisi yang memanfaatkan majas adalah  Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie. Kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie banyak menggunakan majas dalam puisi-puisinya. Salah satunya bisa ditemukan pada puisi yang berjudul September berikut ini.

Rumput savannah mulai mengering

Genderang suku tertindas di kejauhan
Dibalik bukit-bukit malam

Angin dingin menyentuh tulang

Lewat hembusan seruling kayu
Lalu menetes satu-satu
Air mata rembulan
Di atas musim gugur

Puisi di atas merupakan salah satu dari 64 buah puisi yang ada dalam  kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas. Dalam puisi tersebut dapat dijumpai majas personifikasi yaitu majas yang membandingkan benda mati bisa bertindak seperti manusia. Dalam puisi di atas dikatakan bahwa angin dapat menyentuh tulang. Perbuatan menyentuhadalah perbuatan yang hanya bisa dilakukan oleh manusia sedangkan dalam puisi di atas, angin dikatakan dapat menyentuh tulang seperti yang dilakukan manusia. Hal itu berarti bahwa angin dapat melakukan perbuatan yang dilakukan manusia. Hal tersebut merupakan penanda adanya penggunaan majas personifikasi. Majas personifikasi di dalam puisi tersebut merupakan salah satu dari sekian banyak majas yang ada di dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas. Dengan demikian masih banyak majas-majas yang belum teridentifikasi. Untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang majas di dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie supaya dapat diidentifikasi majas-majas yang digunakan oleh pengarang.

Salah satu usaha untuk mengetahui penggunaan majas yang digunakan pengarang dalam puisinya yaitu membaca dan memahami puisi tersebut. Dengan memahami sebuah puisi maka akan didapatkan gambaran mengenai majas yang digunakan pengarang dalam puisinya. Begitu penting dan menariknya peranan majas dalam puisi, sehingga unsur tersebut menjadi pusat perhatian untuk dianalisis. Hal itu disebabkan karena majas ikut memberi makna tersendiri dalam sebuah puisi.

    Selembar Catatan Lawas merupakan kumpulan puisi pilihan karya B Irawan Massie yang berkisah tentang kenangan masa lalunya. Puisi-puisi tersebut dipilih sebanyak 64 puisi oleh istri B Irawan Massie untuk memperingati hari kelahiran pengarang yang berulang tahun ke 64.B Irawan Massie atau Bung Irawan Massie lahir di Yogyakarta, di kota Solo 24 Oktober 1947. Dia sangat suka merangkai kata dan sangat menyukai dunia menulis. B Irawan Massie merupakan pengarang yang menganut aliran ekpresionisme. Aliran ekpresionisme merupakan aliran yang mengutamakan curahan batin secara bebas dalam menggali obyek yang timbul dari dunia batin, imajinasi dan perasaan. Pengarang cenderung mendistorasi kenyataan dengan efek-efek emosional. puisi-puisi B Irawan Massie lebih terlihat seperti ekploitasi kenyataan melalui perasaannya. Hal itulah yang mendasari bahwa B Irawan Massie adalah pengarang yang menganut aliran ekpresionisme. Pengarang mencurahkan perasaannya dengan bebas sehingga puisi-puisi dalam Selembar Catatan Lawas menjadi menarik untuk dibaca. Keunikan dari kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas yaitu gaya tifografi puisi yang cenderung berbentuk narasi. Hal tersebut sangat jarang dijumpai pada puisi-puisi lain. Narasi adalah gaya puisi B Irawan Massie sekaligus yang membedakan karya-karya B Irawan Massie dengan karya yang lainnya. Hal itulah yang membuat puisi ini menjadi menarik untuk dikaji.

Kegemaran B Irawan Massiemenulis puisi terlihat ketika karya-karyanya telah banyak diterbitkan dimedia massa. Dia mempublikasikan karyanya di majalah dan surat kabar mingguan terbitan Jakarta. Sebagian lagi disimpannya dalam ranah pribadinya, yang akhirnya diterbitkan dalam bentuk 2 kumpulan puisi yaituMusim Semi Yang Panjang  dan Rumah Kecil Di Bawah Matahari. (testimoniSelembar Catatan Lawas)

    Pembahasan mengenai puisi-puisi B Irawan Massie dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas sangat menarik bila dikaji lebih rinci lagi karena puisi-puisi yang ditulis B Irawan Massie banyak bernuansa Islam. Hal itu disebabkan karena B Irawan Massie dibesarkan dalam lingkungan islami yang cukup kental. Sehingga secara tidak langsung mempengaruhi puisi-puisi yang ditulis B Irawan Massie. Puisi B Irawan Massie banyak dipenuhi dengan pengalaman pribadinya. Karya-karyanya seakan menggugah jiwa. Bahasa-bahasanya pun sangat mudah dipahami. B Irawan Massie sangat senang menulis. Dia selalu menulis tentang cinta, kerendahan hati, kesejukan alam dan kedamaian hidupnya bersama anak dan istrinya. Hal itulah yang mendasari bahwa puisi-puisi B Irawan Massie  banyak mengandung majas. B Irawan Massie adalah sosok yang teduh. Keteduhan itu terpancar dari puisi yang ditulisnya. Kata-kata yang dirangkai di dalam puisi memiliki makna yang perlu direnungi. Bahasa yang digunakan dalam puisinya terdapat beraneka ragam majas, seolah ada makna yang tertentu yang ingin disampaikan kepada pembaca. (testimoniSelembar Catatan Lawas).

Penelitian ini bisa diimplikasikan pada pembelajaran puisi di sekolah. Siswa dapat belajar membaca puisi sekaligus mengetahui jenis-jenis majas yang sering digunakan pengarang dalam puisi. Implikasinya dapat diterapkan khususnya pada pembelajaran apresiasi puisi di sekolah. Landasan penelitian ini merujuk kepada salah satu materi yang tercantum dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan pada sekolah menengah pertama (SMP) kelas VII semester 2 (SK) Standar Kompetensi 13, yaitu memahamipembacaan puisi. (KD) 13. 2 Merefleksi isi puisi yang di-bacakan. Berdasarkan uraian di atas maka perlu dilakukan penelitian tentang analisis majas dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.

B. Fokus Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka penelitian ini difokuskan pada:

  1. Penggunaan majas perbandingan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  2. Penggunaan majas personifikasi dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  3. Penggunaan majas metafora dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie.
  4. Penggunaan majas alegori dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie.
  5. Penggunaan majas parabel dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie.
  6. penggunaan majas fabel dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.

C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan fokus masalah maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

  1. Bagaimanakah penggunaan majas perbandingan dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie?
  2. Bagaimanakah penggunaan majas personifikasi dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie?
  3. Bagaimanakah penggunaan majas metafora dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie?
  4. Bagaimanakah penggunaan majas alegori dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie?
  5. Bagaimanakah penggunaan majas parabel dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawaskarya B Irawan Massie?
  6. Bagaimanakah penggunaan majas fabel dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie?

D. Tujuan Penelitian
      Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk:

  1. Mendeskripsikanpenggunaan majas perbandingan yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  2. Mendeskripsikanpenggunaan majas personifikasi yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  3. Mendeskripsikanpenggunaan majas metafora yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  4. Mendeskripsikanpenggunaan majas alegori yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  5. Mendeskripsikanpenggunaan majas parabel yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.
  6. Mendeskripsikanpenggunaan majas fabel yang terdapat dalam kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie.

E. Manfaat Penelitian
      Hasil penelitian ini diharapkan dapat  berguna dan bermanfaat untuk berbagai pihak, baik secara teoritis maupun praktis. Adapun manfaat yang dapat diberikan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.
1.    Manfaat teoritis
        Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan dan wawasan pembaca                     tentang nilai-nilai moral dalam karya sastra
2.    Manfaat praktis

  1. Peneliti lainnya, penelitian ini dapat dijadikan sebagai acuan atau pedoman untuk penelitian berikutnya dan dapat menambah wawasan tentang penelitian sastra.
  2. Pembaca, penelitian ini dapat menambah pengetahuan dan pemahaman tentang karya sastra.
  3. Penulis sendiri, hasil penelitian ini dapat menambah pengetahuan, wawasan, dan pengalaman penulis tentang majas.
  4. Bagi pendidikan, sebagai bahan pembelajaran atau media belajar khususnya bagi siswa dalam mempelajari puisi dan penggunaan majas di sekolah.

F. Batasan Istilah
    Sebagai acuan, perlu dibuat batasan istilah tentang penggunaan istilah-istilah penelitian. Istilah-istilah yang terdapat dalam penelitian analisis majas dalam  kumpulan puisi Selembar Catatan Lawas karya B Irawan Massie adalah sebagai berikut:

  1. Puisi adalah karya sastra yang mengekpresikan pemikiran yang membangkitkan perasaan, yang merangsang imajinasi panca indera dalam susunan yang berirama.
  2. Majas adalah penggunaan gaya bahasa yang artinya sengaja disimpangkan sehingga menimbulkan makna yang beragam.
  3. Selembar Catatan Lawas merupakan judul kumpulan puisi karya B Irawan Massie yang berisi 64 puisi pilihan.

Privacy Policy

 <h1>Privacy Policy for Ujung Pena Secuil Tinta</h1> <p>At Ujung Pena Secuil Tinta, accessible from https://wigisutrisno.b...